Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi dalam jangka waktu yang lama, disebabkan oleh faktor multidimensi, pengasuhan gizi yang kurang baik, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta setelah ibu melahirkan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak balita. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, sampel sebanyak 30 responden. Waktu penelitian dilakukan bulan Desember 2024 – Januari 2025. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pembina Palembang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Analisis univariat yang tidak mengalami stunting 24 responden (80%), pendapatan tinggi 21 responden (70%), pengetahuan baik 23 responden (76,7%), pola makan baik 24 responden (80%). Hasil uji statistic chi square diketahui ada hubungan pendapatan (p value = 0,049), pengetahuan (p value = 0,016) dan pola makan (p value = 0,007) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang. Saran: Diharapkan dapat meningkatkan pelayanan konseling dan penyuluhan mengenai kejadian stunting pada anak, sehingga pemahaman masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita dapat mengetahui tanda-tanda stunting sejak dini.Kata Kunci: Kejadian Stunting, Pendapatan, Pengetahuan, Pola Makan
Copyrights © 2025