Artikel ini membahas pengaruh status single parent terhadap perkembangan sosial dan emosional anak usia dini. Anak yang dibesarkan oleh single parent sering mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi sosialnya secara optimal. Akibatnya, anak cenderung kurang mampu berinteraksi dengan lingkungan, merasa minder, dan menarik diri. Pada keluarga single parent dengan kondisi ekonomi rendah, asupan nutrisi anak sering tidak seimbang sehingga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun psikososial. Selain itu, single parent sering menghadapi keterbatasan waktu untuk menanamkan nilai-nilai adat, sopan santun, dan budaya keluarga, sehingga anak kurang memiliki pemahaman tentang norma sosial dan berpotensi mengalami perilaku menyimpang. Dalam bidang pendidikan, single parent yang sibuk mencari nafkah cenderung kurang optimal dalam mendampingi proses belajar anak, termasuk pembelajaran agama, sehingga anak menjadi kurang dekat dengan nilai-nilai spiritual. Perlindungan terhadap anak dari pengaruh negatif lingkungan juga sering terbatas, yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan kecemasan, stres, atau gangguan psikologis. Kondisi-kondisi ini secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial, pemenuhan kebutuhan psikologis, serta bimbingan keluarga bagi anak single parent untuk meminimalkan dampak negatif dan mendukung pertumbuhan optimal dalam aspek sosial dan emosional.
Copyrights © 2025