Pendidikan agama Islam, khususnya dalam aspek akhlak, memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan karakter anak. Salah satu nilai utama yang diajarkan dalam Islam adalah cara berbicara dengan sopan dan penuh hormat, yang mencakup berbicara dengan lembut, menjaga ucapan, dan menghargai orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan akhlak mahmudah dan kemampuan berbicara sopan di kalangan anak-anak di RA Nurul Falah, serta untuk mengetahui hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populadi nya adalah seluruh siswa RA Nurul Falah Sebanyak 27 Siswa dan Sampel terdiri dari 27 responden, yang merupakan anak-anak yang terdaftar di RA Nurul Falah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dokumentasi, dan observasi yang mengukur dua variabel utama: penerapan akhlak mahmudah dan kemampuan berbicara sopan, yang kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, dan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akhlak mahmudah di RA Nurul Falah berada pada kategori sedang dengan persentase 74,1%, sementara kemampuan berbicara sopan anak tergolong tinggi, juga dengan persentase 74,1%. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,132, yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat lemah antara penerapan akhlak mahmudah dan kemampuan berbicara sopan di kalangan anak-anak; namun, hubungan ini tidak signifikan secara statistik karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun ada hubungan positif antara kedua variabel, hubungan tersebut tidak cukup kuat untuk menyatakan adanya pengaruh yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan akhlak mahmudah di RA Nurul Falah dapat berkontribusi pada pengembangan karakter anak, tetapi tidak sepenuhnya memengaruhi kemampuan berbicara sopan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih maksimal untuk meningkatkan kedua aspek tersebut melalui pembelajaran yang lebih terarah dan konsisten. Sebagai kesimpulan, meskipun penerapan akhlak mahmudah saat ini patut dipuji, masih ada ruang untuk perbaikan. Dengan mendorong pendekatan kolaboratif yang melibatkan orang tua, pendidik, dan masyarakat, RA Nurul Falah dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik tetapi juga memprioritaskan pengembangan etika. Tujuannya adalah untuk membentuk individu yang berkemampuan baik yang mencerminkan nilai-nilai penghormatan, kebaikan, dan integritas, sehingga berkontribusi pada masyarakat yang lebih baik.
Copyrights © 2024