Penelitian ini mengkaji fenomena beban ganda (double burden) yang dialami perempuan pekerja di Kota Magelang. Tujuan penelitian adalah memahami makna dan pengalaman peran ganda serta membandingkan dampaknya antara perempuan pekerja sektor formal dan informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur untuk menangkap pengalaman, strategi, dan persepsi informan terkait pembagian kerja domestik dan pekerjaan berbayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kedua sektor menghadapi beban ganda yang menimbulkan kelelahan fisik, emosional dan keterbatasan waktu. Pada sektor informal, temuan menyoroti ketidakstabilan kerja, upah rendah, dan ketiadaan jaminan sosial sehingga eksploitasi menjadi lebih nyata. Sementara pada sektor formal, meskipun terdapat struktur dan perlindungan tertentu, jam kerja panjang, target pekerjaan, dan tekanan jabatan tetap memperkuat perasaan teralienasi dari kehidupan keluarga. Analisis berbasis feminisme Marxis mengungkap bahwa kapitalisme dan patriarki saling memperkuat dalam mereproduksi ketidaksetaraan melalui kerja reproduktif yang tidak diakui. Kesimpulannya, beban ganda merupakan persoalan struktural yang memerlukan intervensi kebijakan, seperti penguatan perlindungan sosial, akses pelatihan, serta program redistribusi tanggung jawab domestik untuk meringankan beban perempuan dan mengurangi ketimpangan gender. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya langkah kolektif dari pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk merumuskan solusi berkelanjutan.
Copyrights © 2025