Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MEDIA KARTU POSITIF DAN KARTU NEGATIF PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VI SDN 232 INPRES MARUSU KAB. MAROS Masna; Nursalam; Suarti
Primer Edukasi Journal Vol 3 No 01 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi PGMI IAI Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/jpe.v3i01.285

Abstract

This study aims to find out (1) The learning outcomes of students before the application of positive card and negative card learning media on integer arithmetic operations at SDN 232 Inpres Marusu, Maros Regency, (2) Student learning outcomes after applying positive card and negative card learning media to integer arithmetic operations at SDN 232 Inpres Marusu, Maros Regency, and (3) Are there differences in learning outcomes before and after the positive card and negative card media are applied to the integer arithmetic operations sub-theme at SDN 232 Inpres Marusu. The type of research used in this research is pre-experimental with the design "One Group Pretest-Posttest". The total population in this study were all students in class VI at SDN 232 Inpres Marusu, totaling 20 people. The instrument used in this research is the learning achievement test. The analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistics. The results of the analysis show that the average value of learning outcomes before using positive negative card media is 72.15 in the high category. While the average value of learning outcomes after being taught using negative positive card media of 92.44 is in the very high category. The results of the hypothesis test show that there are differences in learning outcomes before and after being taught using positive and negative card media, when viewed from the average post-test learning outcomes that are greater than the pre-test scores. So the application of positive negative card media has a positive influence on the results of learning mathematics theme for addition and subtraction arithmetic operations in class VI students at SDN 232 Inpres Marusu, Maros Regency. The implication of the research is that teachers who teach mathematics subject matter of addition and subtraction operations on integers are expected to be able to use positive and negative card learning media as an alternative way to improve students' mathematics learning outcomes
Analisis efesiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan pada kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) Kota Makassar Tahun 2020-2024 Masna; Sari, Rukmana; Adrianah
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Kota Makassar Tahun 2020-2024,efisien dan efektivitas  menjadi indikator utama dalam menilai kinerja intansi pemerintah terutama dalam penggunaan anggaran untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitan ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini menggunakan unit analisis berupa laporan keuangan tahunan yang terdiri dari data biaya operasional , pendapatan, pagu anggaran dan realisasi anggaran, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara, Analisisi data dengan menghitung rasio efisiensi, rasio efektivitas, serta indeks pengelolaan keuangan(IPKD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di KPKNL Makassar selama tahun 2020-2024 tergolong sangat efisien, Hal ini menunjukkan bahwa rasio biaya terhadap pendapatan  yang berada dibawa 10% pada sebagian besar tahun. Dari sisi efektivitas pengelolaan anggaran masuk dalam kategori efektif hingga sangat efektif karena realisasi anggaran mendekati bahkan melampaui target. Nilai IPKD sempat menurun pada awal pandemi akibat pertumbuhan biaya yang lebih tinggi dari pendapatan, namun mengalami perbaikan di tahun-tahun berikutnya, Artinya pengelolaan keuangan pada KPKNL Makassar telah menunjukkan kinerja yang baik, efisien, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan situasi
KAPITALISME DAN PATRIARKI: PERBANDINGAN BEBAN GANDA PEREMPUAN PEKERJA FORMAL DAN INFORMAL KOTA MAGELANG Masna
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12548

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena beban ganda (double burden) yang dialami perempuan pekerja di Kota Magelang. Tujuan penelitian adalah memahami makna dan pengalaman peran ganda serta membandingkan dampaknya antara perempuan pekerja sektor formal dan informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur untuk menangkap pengalaman, strategi, dan persepsi informan terkait pembagian kerja domestik dan pekerjaan berbayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kedua sektor menghadapi beban ganda yang menimbulkan kelelahan fisik, emosional dan keterbatasan waktu. Pada sektor informal, temuan menyoroti ketidakstabilan kerja, upah rendah, dan ketiadaan jaminan sosial sehingga eksploitasi menjadi lebih nyata. Sementara pada sektor formal, meskipun terdapat struktur dan perlindungan tertentu, jam kerja panjang, target pekerjaan, dan tekanan jabatan tetap memperkuat perasaan teralienasi dari kehidupan keluarga. Analisis berbasis feminisme Marxis mengungkap bahwa kapitalisme dan patriarki saling memperkuat dalam mereproduksi ketidaksetaraan melalui kerja reproduktif yang tidak diakui. Kesimpulannya, beban ganda merupakan persoalan struktural yang memerlukan intervensi kebijakan, seperti penguatan perlindungan sosial, akses pelatihan, serta program redistribusi tanggung jawab domestik untuk meringankan beban perempuan dan mengurangi ketimpangan gender. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya langkah kolektif dari pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk merumuskan solusi berkelanjutan.