Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian serius, terutama di wilayah Dompu Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan status gizi anak-anak balita sekaligus memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi pangan lokal, khususnya labu kuning, sebagai bahan makanan tambahan yang sehat dan bergizi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) Musyawarah dan koordinasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk menentukan sasaran kegiatan; (2) Penyuluhan gizi kepada orang tua tentang bahaya stunting dan pentingnya nutrisi seimbang; (3) demonstrasi serta pelatihan pembuatan puding labu berbahan dasar lokal; dan (4) pemberian makanan tambahan kepada anak-anak di posyandu dan sekolah dasar. Kegiatan dilakukan di SDN 02 Pekat dengan melibatkan 30 anak dan orang tua mereka. Evaluasi dilaksanakan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan gizi orang tua, serta observasi respon anak terhadap penerimaan produk puding labu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan gizi masyarakat serta keterampilan ibu-ibu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan bergizi. Anak-anak menunjukkan respon positif terhadap puding labu karena rasanya yang manis alami dan teksturnya yang lembut. Selain manfaat gizi, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menekan angka stunting melalui inovasi berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026