Rotary dryer merupakan alat penting dalam proses granulasi insektisida di industri pestisida, terutama untuk menurunkan kadar air produk agar sesuai standar mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal rotary dryer pada unit produksi insekttisida dengan kapasitas 1,5 ton/jam melalui pendekatan neraca massa, neraca energi, dan simulasi Aspen Plus. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan (data aktual) dengan mengamati kinerja alat saat beroperasi dalam periode tertentu. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data, perhitungan neraca panas, serta evaluasi efisiensi alat sedangkan untuk simulasi pada Aspen Plus memasukan data lapangan, melakukan simulasi dengan memilih pallet rotary dryer pada Aspen Plus kemudian melihat hasil simulasi dan melakukan evaluasi efisiensi rotary dryer. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi suhu dan flowrate bahan, sedangkan untuk variable terikatnya adalah neraca massa dan neraca panas pada alat rotary dryer. Efisiensi ditentukan dari perbandingan antara panas masuk dan panas keluar rotary dryer, hasilnya digunakan untuk menilai apakah rotary dryer telah beroperasi secara optimal. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan efisiensi pengeringan dan efisiensi panas menggunakan data aktual dan hasil simulasi. Dari hasil perhitungan manual, efisiensi pengeringan diperoleh sebesar 82,32% dan efisiensi panas sebesar 94,23%. Sedangkan hasil simulasi menunjukkan efisiensi pengeringan sebesar 85,68%.
Copyrights © 2025