PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar merupakan PLTU berbahan bakar batu bara berkapasitas 2 × 350 MW yang memanfaatkan sistem pendingin kondensor dengan air laut. Untuk mencegah pertumbuhan biota laut pada sistem ini, diperlukan injeksi sodium hypochlorite (NaOCl) melalui metode shock dosing. Namun, fluktuasi pasang surut air laut menyebabkan konsentrasi NaOCl menurun, sehingga efektivitasnya berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elektroda karbon grafit dalam produksi NaOCl dari air laut serta menentukan konsentrasi NaOH dan durasi elektrolisis optimal. Produksi NaOCl dari air laut dimulai dengan pengukuran pH dan konduktivitas, dilanjutkan elektrolisis menggunakan elektroda karbon grafit dengan variasi konsentrasi NaOH (0; 0,5; dan 1 N) dan waktu elektrolisis (10–60 menit). Kadar klorin dianalisis dengan titrasi iodometri. Hasil menunjukkan bahwa elektroda karbon grafit cenderung terdegradasi pada kondisi basa kuat dan suhu tinggi, serta menghasilkan larutan yang keruh. Kondisi optimal diperoleh pada penambahan NaOH 1 N dengan durasi elektrolisis 60 menit, menghasilkan kadar klorin tertinggi sebesar 550,34 mg/L, yang memenuhi kebutuhan aplikasi shock dosing pada sistem pendingin PLTU.
Copyrights © 2025