Fenomena boikot terhadap produk-produk yang terkait dengan Israel, termasuk McDonald's, telah membawa perubahan dalam perilaku konsumen, terutama terkait dengan keputusan pembelian ulang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, loyalitas merek, konformitas, dan media sosial terhadap keputusan pembelian ulang produk McDonald's selama gerakan boikot produk Israel. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner menggunakan skala Likert yang didistribusikan secara online kepada 100 responden di Provinsi Jawa Timur yang mengetahui dan/atau terlibat dalam gerakan boikot McDonald's menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil menunjukkan bahwa religiusitas dan konformitas tidak secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian ulang. Sebaliknya, loyalitas merek dan media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang terhadap boikot produk Israel McDonald's. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian ulang konsumen lebih dipengaruhi oleh faktor pemasaran dan komunikasi merek daripada keyakinan pribadi dan tekanan sosial. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya memperkuat strategi loyalitas merek dan manajemen komunikasi media sosial yang efektif dalam menangani isu boikot. Secara ilmiah, studi ini berkontribusi pada pengembangan literatur perilaku konsumen dengan mengonfirmasi bahwa dalam konteks boikot berbasis isu geopolitik, faktor pemasaran dan komunikasi merek memainkan peran yang lebih dominan daripada religiusitas dan tekanan sosial dalam mempengaruhi keputusan pembelian ulang.
Copyrights © 2026