ABSTRAK Pengelolaan sampah domestik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito Gorontalo, merupakan salah satu sektor krusial dalam mitigasi perubahan iklim di tingkat regional. Saat ini, diskursus pengelolaan sampah didominasi oleh pendekatan positivistik yang menitikberatkan pada kuantifikasi "jejak karbon" sebagai parameter keberhasilan lingkungan. Namun, kajian ini mengidentifikasi adanya persoalan mendasar terkait bagaimana pengetahuan tersebut dikonstruksi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pandangan filsafat ilmu, khususnya epistemologi, terhadap metodologi perhitungan jejak karbon di TPA Talumelito. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui tinjauan literatur kritis dan analisis filosofis. Hasil analisis menunjukkan bahwa angka jejak karbon di TPA Talumelito bukanlah fakta alamiah yang absolut, melainkan sebuah konstruk epistemologis yang dipengaruhi oleh reduksionisme metodologis, subjektivitas penentuan batas sistem, serta nilai aksiologis yang tertanam dalam pemilihan teknologi. Studi ini menyimpulkan bahwa diperlukan pergeseran paradigma dari monisme teknokratis menuju pluralisme pengetahuan yang lebih inklusif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya transparansi metodologis dan pengintegrasian aspek sosial dalam perhitungan dampak lingkungan guna mencapai keadilan lingkungan yang substantif di Gorontalo. Kata Kunci: Epistemologi, Jejak Karbon, TPA Talumelito, Positivisme, Aksiologi.
Copyrights © 2025