Sampah rumah tangga di Indonesia sering dipandang sebagai urusan angkut dan buang. Padahal sumber masalahnya juga ada pada kebiasaan konsumsi, pemilahan yang lemah, dan proses lanjutan yang sering mencampur kembali sampah yang sudah dipisah. Artikel ini merangkum temuan riset tentang komposisi sampah rumah tangga, partisipasi warga, bank sampah, peran sektor informal, pembakaran terbuka, risiko lindi TPA, dan mikroplastik di sungai serta pesisir. Pembahasan menegaskan bahwa sampah tidak hilang setelah diambil, ia berpindah dan berubah bentuk, lalu dampaknya kembali melalui air, pangan, udara, dan kesehatan. Solusi yang hanya fokus di hilir cenderung memindahkan beban. Perbaikan yang lebih tahan lama membutuhkan pemilahan dari sumber yang realistis, layanan angkut yang menjaga pemilahan, pengolahan organik berbasis komunitas, penguatan jalur daur ulang, dan kebijakan yang menekan konsumsi sekali pakai. Arah besarnya adalah beralih ke sistem sirkular yang adil bagi wilayah pinggiran.
Copyrights © 2026