Transformasi pembayaran digital di sektor kesehatan Indonesia lewat QRIS berkembang dengan cepat, tetapi penggunaannya di fasilitas kesehatan tingkat pertama masih banyak penggunaan metode pembayaran tunai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis frekuensi dan preferensi pasien dalam memakai pembayaran tunai vs digital (QRIS, transfer, dan EDC) pada pelayanan rawat jalan di Klinik Pratama AiMed Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling terhadap 61 responden pada periode bulan Oktober 2025. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p < 0,05) dan domisili (p < 0,05) terhadap pemilihan metode pembayaran. Kelompok usia Remaja dan Dewasa Muda serta pasien dengan domisili dari luar kota mendominasi penggunaan pembayaran digital, sedangkan kelompok Lansia mendominasi pemilihan pembayaran tunai. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan metode pembayaran (p > 0,05). Kesenjangan generasi (generation gap) dan faktor domisili menjadi salah satu penentu dalam adopsi teknologi pembayaran. Klinik disarankan untuk mempertahankan sistem pembayaran tunai dan digital untuk mengakomodasi pasien lansia sembari memperkuat infrastruktur digital untuk pasien usia produktif dan wisatawan.
Copyrights © 2025