Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi sistem self-submit dan sistem monitoring progres tagihan terhadap efisiensi proses pembayaran pengadaan barang dan jasa di PT Bio Farma (Persero). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya tingkat keterlambatan pembayaran tagihan meskipun perusahaan telah mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang terdiri atas pegawai internal dan vendor, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem self-submit berada pada kategori sangat baik dan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kelengkapan dokumen serta mempercepat proses pengajuan tagihan. Sistem monitoring progres tagihan berada pada kategori baik dan berperan dalam meningkatkan transparansi serta visibilitas status tagihan, meskipun pemanfaatannya belum optimal di seluruh unit kerja. Efisiensi proses pembayaran juga berada pada kategori baik; namun, keterlambatan pembayaran masih terjadi pada kondisi tertentu akibat revisi dokumen dan permasalahan koordinasi lintas fungsi. Secara keseluruhan, implementasi sistem self-submit dan monitoring progres tagihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi proses pembayaran pengadaan barang dan jasa di PT Bio Farma (Persero).
Copyrights © 2026