Sembiring Brahmana, Sunardi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Stres Kerja, Lingkungan Kerja dan Supervisi Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus di Laboratorium Klinik XYZ) Yudi Noviansyah, Muhamad; Sembiring Brahmana, Sunardi
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Accounting and Finance Management (July - August 2025)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v6i3.2279

Abstract

Potensi sumber daya manusia pada dasarnya merupakan salah satu modal yang paling penting, sekaligus memiliki peran penting dalam mencapai tujuan organisasi. Pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sebuah organisasi sejalan dengan pengelolaan Sumber Daya Manusianya, dimana bertujuan dalam memaksimalkan keberadaan SDM tersebut. Dalam pengelolaan SDM pun salah satu yang menjadi faktor pentingnya yaitu kepuasan kerja. Kepuasan kerja sangat dipengaruhi oleh banyak faktor baik itu secara internal maupun eksternal pegawai. Salah satunya adalah stres kerja yang dialami pegawai besar kemungkinan mempunyai dampak terhadap tingkat kepuasan kerja para pegawai. Stres kerja dapat diartikan sebagai suatu keadaan menekan diri dan jiwa seseorang diluar batas kemampuannya, sehingga jika terus dibiarkan terus menerus tanpa ada solusi makan akan berdampak negatif pada kesehatan. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pegawai adalah lingkungan kerja. Dalam hal ini, lingkungan kerja dapat diartikan sebagai segala suatu yang berada disekitar karyawan yang dapat memberikan pengaruh terhadap pribadi seorang karyawan tersebut dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaannya yang telah dibebankan. faktor lain yang dianggap cukup penting dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah supervisi. Supervisi di perusahaan pada hakikatnya merupakan segenap bantuan yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pekerjaan. Melalui kegiatan supervisi, segala faktor yang berpengaruh terhadap proses pekerjaan dianalisis, dinilai dan ditentukan jalan pemecahannya, sehingga proses bekerja dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kemampuan pemimpin, dalam hal ini sangat membantu bagi kelancaran perusahaan, sehingga hal ini akan berdampak pada kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh stres kerja, lingkungan kerja, dan supervisi terhadap kepuasan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pola analisis statistik deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Laboratorium Klinik XYZ. Sampel pada penelitian ini adalah staff/pegawai yang bekerja di lingkungan Laboratorium Klinik XYZ yang berjumlah 150 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik Probability Sampling, dan pada penelitian ini menggunakan teknik sampling acak sederhana (simple random sampling). Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen maka digunakan model regresi linier berganda (multi linier regression method). Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan aplikasi SPSS dari tabel di atas diperoleh Fhitung = 20,689 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000b dan nilai Fhitung < Ftabel (20,689 > 3.06) dimana nilai Ftabel diperoleh dengan signifikan 95% dan ? = 5%. Karena nilai signifikan 0,05 maka (0,000b > 0,05) dan Fhitung > Ftabel (20,689 > 3.06). Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan aplikasi SPSS menunjukkan terdapat pengaruh variabel stres kerja (X1), lingkungan kerja (X2) dan supervisi (X3) terhadap kepuasan kerja (Y).
Perencanaan Bisnis Pengembangan Sapi Bibit Unggul di PT. Masaro Jabar Lestari Sunardi, Sunardi; Sembiring Brahmana, Sunardi
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 6 No. 5 (2025): Journal of Accounting and Finance Management (November - December 2025)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v6i5.2596

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia karena berperan dalam penyediaan protein hewani, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Salah satu subsektor strategis adalah peternakan sapi potong, yang permintaannya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani. Data Peternakan dalam Angka 2024 menunjukkan bahwa konsumsi daging sapi nasional belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh produksi dalam negeri, sehingga Indonesia masih mengalami gap produksi dan mengandalkan impor untuk menutup kebutuhan. Sementara itu, populasi sapi potong terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun belum sebanding dengan lonjakan kebutuhan daging nasional. Hal ini menegaskan pentingnya pengembangan usaha sapi bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas peternakan lokal. PT Masaro Jabar Lestari hadir dengan visi mengembangkan usaha pembibitan sapi unggul sebagai solusi atas keterbatasan bibit berkualitas di Indonesia. Dengan memanfaatkan lahan awal seluas 6 hektare yang ditingkatkan menjadi 10 hektare pada tahun kedua serta populasi awal 50 ekor sapi betina bibit unggul jenis metal, perusahaan berfokus pada penyediaan anakan sapi sehat, produktif, dan terstandarisasi bagi peternak rakyat, koperasi, dan lembaga keagamaan. Analisis aspek pasar menunjukkan peluang besar bagi bisnis ini, didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap sapi bibit unggul, terbatasnya suplai bibit lokal, serta kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Strategi pemasaran berbasis STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan bauran pemasaran 7P, ditunjang dengan digitalisasi dan media sosial, menjadi kunci dalam menjangkau konsumen secara lebih luas. Dari aspek operasional, usaha ini didukung oleh sistem pakan mandiri, penggunaan mesin modern, serta tenaga kerja terampil yang diperkuat dengan manajemen sumber daya manusia berbasis inovasi. Sementara itu, aspek legalitas, manajemen risiko, dan etika bisnis telah dianalisis untuk memastikan kesiapan usaha secara menyeluruh. Analisis keuangan menunjukkan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan. Dengan investasi awal Rp1,86 miliar, proyeksi pendapatan selama lima tahun mencapai Rp6,4 miliar lebih, sementara total biaya operasional sekitar Rp2 miliar. Laba bersih kumulatif mencapai Rp4,4 miliar dengan indikator kelayakan yang positif: R/C Ratio sebesar >2, ROI hampir 200%, NPV positif pada diskonto 10%, dan IRR di atas 20%. Payback period diperkirakan dapat dicapai sebelum akhir periode usaha. Untuk memperkuat keberlanjutan, strategi diversifikasi usaha juga direkomendasikan, yakni pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik serta penyelenggaraan pelatihan pembibitan sapi unggul bagi peternak lokal. Diversifikasi ini tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga meningkatkan peran sosial perusahaan. Ekspansi usaha menuju 100 ekor indukan juga menjadi strategi jangka menengah yang prospektif untuk mempercepat pengembalian modal. Dengan strategi yang terintegrasi dari aspek pasar, operasional, keuangan, hingga inovasi, PT Masaro Jabar Lestari berpotensi menjadi salah satu pelaku utama dalam industri pembibitan sapi unggul di Jawa Barat. Usaha ini tidak hanya berdaya saing secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan, pengurangan ketergantungan impor, serta pemberdayaan peternak rakyat menuju sistem peternakan yang berkelanjutan.