Kesetaraan atau non-diskriminasi dalam pengelolaan komunikasi organisasi menjadi tantangan tersendiri dilingkungan kerja yang didominasi oleh laki-laki, seperti di Departemen Vision Pictures PT. MNC Vision NetworksTbk. Prinsip kesetaraan diupayakan secara berkelanjutan meskipun ketidakseimbangan representasi laki-laki danperempuan berdampak pada dinamika komunikasi dalam organisasi. Dengan menggunakan teori Social Constructionof Reality oleh Berger dan Luckmann (1966) serta model manajemen komunikasi “Russian Matouschka Dolls” dariMichael Kaye (1994), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arus pesan komunikasi organisasi dalammembentuk pemahaman karyawan mengenai kesetaraan, mengeksplorasi pemahaman individu terhadap implementasiprinsip tersebut, dan mengidentifikasi peran konstruksi relitas sosial dalam mempertahankan nilai-nilai kesetaraan dilingkungan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknikpengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VisionPictures membangun komunikasi organisasi yang inklusif dan adil melalui sistem meritokrasi berbasis kompetensidan praktik komunikasi yang mendukung kolaborasi antara laki-laki maupun perempuan. Meskipun terdapat dominasijumlah laki-laki, perusahaan berupaya menciptakan budaya kerja yang adaptif dan progresif terhadap isu kesetaraanberdasarkan UU Ketenagakerjaan melalui komunikasi yang partisipatif dan mencerminkan nilai-nilai keadilan sosial.Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Konstruksi Realitas Sosial, Russian Matouschka Dolls, Industri Media, VisionPictures, Meritokrasi
Copyrights © 2025