Penelitian ini menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap harga saham sektorperbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitiankuantitatif dengan memadukan verifikasi deskriptif dan analisis kausal. Hasil analisis regresi linear bergandamenunjukkan bahwa secara parsial, CR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan DARberpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadapharga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa solvabilitas, yang direpresentasikan oleh DAR, memiliki peranlebih dominan dalam memengaruhi harga saham dibandingkan likuiditas yang diukur melalui CR. Hal inimencerminkan bahwa struktur pendanaan, khususnya proporsi utang terhadap aset, menjadi perhatian utama investordalam menilai kinerja dan prospek bank. Oleh karena itu, manajemen perbankan disarankan untuk menjaga proporsiutang pada tingkat yang sehat guna meningkatkan kepercayaan pasar. Sementara itu, investor disarankan untukmempertimbangkan rasio solvabilitas sebagai indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi.Kata Kunci: Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Harga Saham, Regresi Linear Berganda
Copyrights © 2025