Petani rumput laut di wilayah pesisir Kabupaten Maros umumnya melakukan proses pengikatan bibit dan penjemuran hasil panen dengan posisi kerja jongkok atau duduk di lantai dalam waktu lama. Kondisi kerja tersebut berpotensi menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) dan menurunkan produktivitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan alat bantu kerja ergonomis berupa meja dan kursi yang dirancang sesuai dengan karakteristik pekerjaan petani rumput laut, serta untuk menilai persepsi dan dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 12 petani dari satu kelompok tani pengguna tiga set meja dan kursi ergonomis yang dikembangkan dalam kegiatan pengabdian. Hasil wawancara menunjukkan bahwa seluruh partisipan merasakan perubahan positif setelah menggunakan alat bantu ergonomis. Tema utama yang muncul meliputi: peningkatan kenyamanan dan perubahan postur kerja, penurunan rasa pegal dan nyeri tubuh, efisiensi waktu kerja yang lebih baik, dan peningkatan kualitas hasil rumput laut karena lebih bersih dari pasir. Petani juga menunjukkan penerimaan dan persepsi positif terhadap inovasi ini karena dirasakan mempermudah pekerjaan harian mereka. Secara keseluruhan, penggunaan alat bantu ergonomis memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan kerja dan produktivitas petani rumput laut. Inovasi sederhana berbasis ergonomi ini berpotensi diterapkan secara lebih luas pada sektor informal pesisir sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan kerja dan peningkatan efisiensi produksi.
Copyrights © 2025