Mahasiswa pada era digital menunjukkan kecenderungan semakin bergantung pada teknologi cerdas dalam proses penulisan, tetapi kemampuan mereka memadukan literasi digital dengan pemanfaatan AI secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab masih terbatas sehingga kualitas pembelajaran menulis kreatif berbasis isu lingkungan belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan menelusuri pengaruh keterampilan literasi digital terhadap keterampilan menulis cerpen sastra hijau digital serta menguji peran mediasi kompetensi AI mahasiswa dalam hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis PLS-SEM berbasis data kuesioner dan tes menulis cerpen sastra hijau digital melibatkan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar. Temuan menunjukkan bahwa keterampilan literasi digital tidak berpengaruh langsung terhadap keterampilan menulis cerpen sastra hijau digital, namun memberikan pengaruh signifikan melalui jalur tidak langsung melalui kompetensi AI mahasiswa berfungsi sebagai mediator penuh. Kompetensi AI terbukti menjadi elemen kunci menghubungkan kemampuan digital mahasiswa dengan performa menulis kreatif berbasis nilai ekologis karena AI mendukung proses pengembangan narasi, pemilihan diksi, pemecahan hambatan stilistika, dan penguatan pesan ekologis. Penelitian ini berkontribusi pada pemutakhiran teori tentang hubungan literasi digital, kompetensi AI, dan performa menulis sastra digital serta memberikan rekomendasi pengembangan kurikulum literasi digital yang terintegrasi AI mendukung pembelajaran menulis berorientasi keberlanjutan. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan dalam memperkuat kompetensi abad dua puluh satu dan mendorong tercapainya SDG 4 Quality Education melalui pemberdayaan kemampuan teknologi mahasiswa untuk menghasilkan karya sastra ekologis lebih reflektif dan bermakna.
Copyrights © 2026