Kesehatan mental di kalangan mahasiswa merupakan isu yang semakin penting untuk diperhatikan, mengingat tingginya tekanan akademik dan sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, hingga depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan dua algoritma machine learning, yaitu Decision Tree dan Random Forest, dalam mendeteksi potensi depresi pada mahasiswa berdasarkan data yang tersedia. Dataset yang digunakan diperoleh dari Kaggle dan mencakup berbagai variabel psikososial seperti tekanan akademik, stres finansial, dan riwayat pemikiran bunuh diri. Tahapan penelitian meliputi praproses data, pelatihan model, evaluasi performa menggunakan 5-fold cross validation, serta analisis feature importance. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Decision Tree memiliki rata-rata F1 Score sebesar 0.8217, sementara Random Forest menunjukkan nilai 0.8098. Meskipun Decision Tree unggul secara metrik evaluasi dan efisiensi komputasi, Random Forest lebih stabil dan tahan terhadap overfitting. Kesimpulan dari penelitian ini merekomendasikan penggunaan algoritma Random Forest untuk sistem deteksi dini depresi mahasiswa, dengan tetap mempertimbangkan kelebihan Decision Tree dalam hal interpretasi hasil.Keywords: Kesehatan Mental, Mahasiswa, Machine Learning, Decision Tree, Random Forest, Deteksi Depresi.
Copyrights © 2026