Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk emosi yang dialami oleh tokoh utama, Amarah, berdasarkan klasifikasi emosi menurut David Krech. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik baca-catat yang difokuskan pada narasi dan dialog yang menggambarkan ekspresi emosional Amarah. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa emosi kesedihan merupakan emosi yang paling dominan membentuk perjalanan psikologis tokoh Amarah, disusul oleh rasa bersalah, rasa malu, kebencian, cinta, rasa bersalah yang dipendam, dan kecenderungan menghukum diri sendiri. Kesedihan muncul secara kuat saat Amarah menghadapi kegagalan dalam hubungan keluarga serta kehilangan dalam kehidupan pribadinya. Rasa bersalah, termasuk yang dipendam, tampak dari sikapnya terhadap masa lalu, khususnya terkait hubungannya dengan sang ibu. Emosi malu terlihat ketika ia mengalami kegagalan sosial dan menerima pandangan negatif dari masyarakat. Sementara itu, kebencian dan cinta muncul secara kompleks dalam relasi dengan orang-orang terdekat, dan kecenderungan menghukum diri tergambar dari kebiasaannya menyalahkan diri atas berbagai pengalaman traumatis. Penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai representasi emosi dalam sastra Indonesia kontemporer melalui pendekatan psikologi sastra. Temuan menunjukkan bahwa Andina Dwifatma berhasil menghadirkan kompleksitas emosi tokoh Amarah dengan menggunakan narasi yang reflektif dan simbolik, yang secara kuat menggambarkan pergulatan batin tokoh dalam menghadapi tekanan emosional dari realitas hidupnya.
Copyrights © 2025