Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran yang sangat fundamental dalam membentuk arah kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi yang menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. Dalam konteks perguruan tinggi, dosen tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan moral dan agen transformasi nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam perspektif dosen Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung terhadap berbagai tantangan dan pengalaman yang mereka hadapi dalam proses internalisasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, penelitian ini menemukan bahwa dosen memandang Pancasila bukan sekadar simbol ideologis, tetapi juga sebagai pedoman etis yang harus dihidupkan dalam praktik akademik dan kehidupan kampus sehari-hari. Meskipun demikian, upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila menghadapi beragam tantangan, antara lain pengaruh budaya global yang cenderung individualistik, rendahnya kesadaran mahasiswa terhadap makna substantif Pancasila, serta keterbatasan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran. Para dosen menyadari pentingnya memperkuat keteladanan, komunikasi nilai, dan pembiasaan etis dalam proses pendidikan agar mahasiswa tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi juga menginternalisasikannya dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi menjadi proses berkelanjutan yang menuntut komitmen bersama antara dosen, mahasiswa, dan institusi pendidikan untuk mewujudkan karakter bangsa yang berintegritas, berkeadilan, dan berjiwa kebangsaan.
Copyrights © 2026