Cedera ringan hingga kegawatdaruratan sederhana seperti pingsan, mimisan, dan luka akut merupakan kejadian yang sering dialami anak usia sekolah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada anak berpotensi meningkatkan risiko komplikasi akibat keterlambatan penanganan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam melakukan pertolongan pertama kegawatdaruratan yang umum terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SDN 6 Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, pada Oktober 2024 dengan sasaran siswa kelas V dan VI sebanyak 58 orang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, diskusi interaktif, dan simulasi pertolongan pertama. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dari kategori cukup (55%) menjadi baik (90%) setelah intervensi. Selain itu, sebagian besar peserta mampu mempraktikkan pertolongan pertama pada kasus pingsan, mimisan, dan luka akut dengan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis simulasi efektif meningkatkan kesiapsiagaan anak sekolah dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sederhana. Program serupa direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan UKS di sekolah dasar
Copyrights © 2025