Akseptor KB terbanyak di Indonesia didominasi akseptor KB suntik sebesar 62,77%. Efek samping kontrasepsi suntik paling utama adalah gangguan pola haid, sedangkan efek lainnya adalah peningkatan berat badan antara 1–5 kg. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Pustu Pohsangit Leres 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang ke Pustu pohsangit Leres berjumlah 33 orang dan keseluruhan dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05. Tidak terdapat hubungan bermakna antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,687 > α = 0,05. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada ibu yang menjadi calon akseptor KB tentang jenis, manfaat, kelebihan, kekurangan serta efek samping kontrasepsi.
Copyrights © 2026