Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan jeruk manis yang berada Di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis SWOT pada petani jeruk manis serta analisis skoring pada pedagang pengumpul. Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh para petani dalam usaha pertanian jeruk manis. Temuan dari analisis ini menunjukkan bahwa jeruk manis dari Panribuan memiliki nilai lebih dalam rasa dan kesegarannya; namun, ada batasan dalam teknologi pascapanen dan akses ke pasar yang menghalangi. Di sisi lain, analisis skoring terhadap pedagang pengumpul memberikan informasi mengenai preferensi serta pertimbangan pasar yang digunakan dalam menilai kualitas dan jumlah pembelian jeruk. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa jeruk manis dari Desa Panribuan memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah, terutama bila didukung oleh peningkatan infrastruktur pertanian dan penguatan kolaborasi antara para petani dan pelaku pasar.
Copyrights © 2025