Penelitian ini mengkaji research gap Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia yang dominan berorientasi hafalan dogmatis tanpa internalisasi sosial-budaya di masyarakat majemuk, dengan tujuan eksplisit menganalisis fenomena tersebut melalui teori sosial kritis Habermas-Freire serta merumuskan model PAI transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam makna, nilai, dan proses yang terjadi dalam konteks sosial pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan PAI efektif membentuk identitas spiritual vertikal namun lemah sebagai agen dialog horizontal dan emansipasi budaya, mereproduksi struktur ideologis dogmatik yang menghambat toleransi pluralisme. Novelty terletak pada sintesis teori kritis dengan realitas PAI Indonesia yang menghasilkan model kurikulum dialogis berbasis refleksi Freire, berbeda dari studi deskriptif konvensional. Implikasi praktis mencakup reformasi RPP PAI dengan matriks hafalan-dialog-emansipasi, pelatihan guru teori kritis, dan ekstrakurikuler multikultural untuk transformasi budaya majemuk.
Copyrights © 2026