Penelitian ini mengintegrasikan perancangan, pembuatan, dan pengujian mesin pengering biji kopi berbasis energi terbarukan menggunakan sistem panel solar untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen. Mesin dirancang dengan rangka besi hollow galvanis (50 × 50× 0,8 mm), tabung pengering berkapasitas ±2–2,4 kg, motor listrik 0,5 HP, gearbox rasio 1:20, serta sistem transmisi gear dengan total rasio 69 yang menghasilkan putaran 20,29 RPM dan torsi 175,624 N·m. Desain mesin dibuat menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2022 dan diuji melalui simulasi statik, dengan hasil menunjukkan tegangan maksimum 1,177 MPa, deformasi 0,012 mm, serta faktor keamanan mencapai 174 sehingga rangka aman digunakan. Perhitungan efisiensi termal mencapai 67,36% dengan daya heater 500 Watt yang menghasilkan energi panas 3600 kJ dan diserap 2425,1 kJ oleh biji kopi. Proses fabrikasi dilakukan melalui tahapan marking, cutting, rolling, bending, welding, assembly, wiring, dan finishing dengan material utama besi hollow, plat galvalum, dan plat jaring stainless steel. Pengujian kadar air biji kopi dilakukan dengan variasi waktu 20, 40, dan 60 menit, namun hasil signifikan baru dicapai setelah 3 jam 30 menit ketika kadar air turun dari 26% menjadi 12% sesuai standar SNI, dengan massa berkurang dari 1320 gram menjadi 695 gram. Sebagai pembanding, metode pengeringan manual menggunakan sinar matahari memerlukan waktu ±3–4 minggu untuk mencapai kadar air serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pengering kopi berbasis panel solar mampu mempercepat proses pengeringan secara signifikan, lebih konsisten, ramah lingkungan, tidak bergantung pada kondisi cuaca, serta berpotensi meningkatkan produktivitas petani kopi di Indonesia.
Copyrights © 2025