Meningkatnya kebutuhan energi dan isu lingkungan penyebab perubahan iklim, mendorong minat untuk memanfaatkan limbah perkebunan seperti ampas kopi dan tempurung kelapa sebagai briket. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perbandingan komposisi ampas kopi dan tempurung kelapa (25:75%, 50:50%, dan 75:25%) dan adalah jumlah molases sebagai perekat (5 dan 10%). Evaluasi eksperimental tersebut difokuskan pada karakteristik proksimat briket seperti kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, dan kadar karbon tetap, serta nilai kalor briket yang telah diproduksi. Hasilnya menunjukkan bahwa briket dengan komposisi 25% arang kopi dan 75% tempurung kelapa dengan perekat 5% menghasilkan nilai kalor tertinggi 30.02 MJ/kg; dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap kadar karbon briket. Sebaliknya, nilai kadar air, kadar abu, dan kadar zat volatil tertinggi pada komposisi bahan yang sama teapi menggunakan 10% perekat yaitu sebesar 2.74%, 4.68% dan 59.05%, secara berturut-turut. Temuan ini menyoroti kualitas briket secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah perekat tertentu. Dengan demikian, studi ini menunjukkan potensi briket limbah biomassa sebagai sumber energi yang layak dan berkelanjutan, menawarkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan yang efektif untuk mengurangi emisi karbon.
Copyrights © 2025