Perkembangan industri furnitur yang pesat menimbulkan permasalahan limbah kayu, terutama bagi industri yang tidak memiliki fasilitas pengolahan modern. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan kayu sisa sebagai bahan baku pembuatan meja telepon bergaya antik dengan metode konvensional. Proses produksi meliputi pembuatan gambar kerja, pemilihan bahan, pembahanan, pembubutan, pembuatan laci, pemasangan veneer, perakitan, serta finishing antik melalui teknik distress, bleaching, pemberian motif zig-zag, pewarnaan, sanding sealer, glaze, dan top coat. Produk kemudian diuji melalui quality control berupa uji beban dan ketahanan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu sisa dengan kecacatan tetap dapat diolah menjadi furnitur fungsional dan bernilai estetika melalui penerapan finishing antik. Kesimpulannya, pemanfaatan kayu sisa tidak hanya mendukung pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan produk dengan nilai jual, dengan catatan pemilihan material dan proses finishing dilakukan secara teliti.
Copyrights © 2025