Pembelajaran Matematika dikatakan berhasil apabila semua tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai, yang terungkap dalam aktivitas belajar, pemahaman belajar, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi, namun dalam kenyatan, masih ada aktivitas, pemahaman belajar serta keterampilan tingkat tinggi yang rendah karena belum mencapai standar ketuntasan yang telah ditentukan diperlukan seperangkat pembelajaran yang diberikan kepada siswa termasuk didalamnya mata pelajaran matematika. Maka dari itu diperlukan satu model yang bervariasi dan dapat melibatkan peran aktif siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah Model Pembelajaran Make A Macth. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design, yaitu merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil belajar Matematika siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional mendapatkan nilai rata-rata 71,38 sementara hasil belajar Matematika siswa yang menggunakan model make a match mendapatkan nilai rata-rata 78,67. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar matematika bagi siswa seperti dapat menarik minat belajar siswa dalam proses pembelajaran membuat siswa merasa lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, dengan menggunakan model pembelajaran make a match dapat membantu dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025