Abstrak: Penelitian ini membahas persoalan Tradisi Wirid Karinding sebagai bentuk seni pertunjukan yang dikaji dengan perspektif antropologi budaya berbasis seni. Adapun fokus pengkajiannya mengarah kepada aspek fungsi dan makna yang terkandung dalam bentuk penyajian Tradisi Wirid Karinding. Untuk mengungkap persoalan fungsi dan makna tersebut, penulis menggunakan teori Struktural Fungsional dari Radcliffe Brown sebagai pisau bedah penganalisisan substansi permasalahan pokok. Adapun metode penelitianya menggunakan metode deskriptif Analisis dalam bentuk model penelitian Kualitatif. Dalam upaya menjelaskan dan membahas isu-isu penting terkait dengan pokok permasalahan, maka penulis mendeskripsikan secara sistematis dimulai dari Bab I Pendahuluan hingga Bab V Kesimpulan. Dengan demikian laporan hasil penelitian dalam bentuk Skripsi ini dapat memberikan penjelasan dan penganalisisan secara terperinci sesuai dengan sistematika penulisan. Kata Kunci: Wirid Karinding, Fungsi, Makna dan Tradisi Abstract: This study discusses the issue of the Wirid Karinding Tradition as a form of performing arts that is studied from the perspective of art-based cultural anthropology. The focus of the study is on aspects of function and meaning contained in the form of presenting the Wirid Karinding Tradition. To reveal the problem of function and meaning, the author uses the Structural Functional theory from Radcliffe Brown as a scalpel to analyze the substance of the main problem. The research method uses descriptive analysis method in the form of a qualitative research model. In an effort to explain and discuss important issues related to the subject matter, the authors describe systematically starting from Chapter I Introduction to Chapter V Conclusion. Thus the research report in the form of this thesis can provide a detailed explanation and analysis in accordance with the systematics of writing. Keywords: Wirid Karinding, Function, Meaning and Tradition
Copyrights © 2025