Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL)PADA KONSEP JAMUR DI KELAS X Cahya, Cahya
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v17i2.8250

Abstract

Lembaga pendidikan formal dalam hal ini sekolah, memiliki peranan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, dalam mencapai tujuan tersebut permasalahan yang sering terjadi adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan,diantaranya mengenaipencapaian prestasi belajar yang diperoleh peserta didik.Begitu juga yang terjadi di SMA Pasundan 3 Bandung, Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran biologi sekitar 50% lebih,peserta didik mendapatkan nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada materi jamur.Penulis untuk menjawab masalah tersebut, akan melakukan sebuah penelitian terhadappenerapan model Problem Based Learning(PBL) pada pelajaran Biologi materi jamur, dengan tujuan untuk mengetahui: 1) hasil belajar peserta didik sebelum diterapkannya penggunan Lembar Kerja Siswa(LKS) berbasis PBL; 2) sikap peserta didik terhadap proses pembelajaran menggunakan LKS berbasis PBL; 3) aktivitaspeserta didik selama proses pembelajaran dengan menggunakan LKS berbasis PBL; 4) penilaian dokumen RPP guru dalam penerapan LKS berbasis PBL; 5) pelaksanaan pembelajaran guru selama menggunakan LKS berbasis PBL; 6)hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya LKS berbasis PBL. Penelitian ini menggunakan metodePre-Experimental Designs, pada rancangan penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah penerapan model pembelajaran LKS berbasis PBL dan variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Hasil belajar peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan LKS yang berbasis PBL pada konsep materi jamur masih tergolong rendah, dengan nilai rata-rata di kelas eksperimen pada saat pretestyang hanya mencapai 34; 2) sikap yang dihasilkandari proses pembelajaran menggunakan LKS berbasis PBL dapat meningkatkan respon peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung; 3) pembelajaran dengan menggunakan LKS yang berbasis PBLdapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik yaitu mencapai nilai rata-rata sebesar 88 dengan kriteria sangat baik; 4) penilaian dokumen RPP guru dalam penerapan LKS berbasis PBLmendapatkan hasil yang memuaskan yaitu 94; 5) hasil aktivitas guru selama pembelajaran diperoleh nilai ratarata sebesar 94 yang termasuk kedalam kriteria sangat baik,sehingga pembelajaran PBL merupakan metode yang tepat dalam memenuhi peran dan aktivitas guru selama pembelajaran; 6) terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik setelah mendapatkan pembelajaran PBL pada konsep jamur,dengan nilai rata-ratapretest sebesar 34 dan nilai rata-rata post-test 89 dengan indeks N-gain sebesar 0,77% yang termaksud pada kategori tinggi. Perbedaan hasil pembelajaran tersebut juga ditunjukan pula oleh hasil analisis uji t dimana t hitung = 15,76 yang lebih besar dari pada ttabel = 2,01 pada taraf signifikan 1% atau α = 0,01. Maka pengetahuan awal pretestpeserta didik dan pengetahuan akhir post-testpeserta didik menunjukkan perbedaan yang signifikan (berbeda nyata).
Konsep “Nyari” dalam Ranah Estetika Pertunjukan Wayang Golek Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.67

Abstract

ABSTRACTThis paper is a part (portion) of one topic of dissertation research by the author as a preparation for the final exams of doctoral program. The focus of the study in this paper is directed to study aspects of the aesthetic values of the elements contained in the puppet show as a puppeteer working area in performing his style. The aesthetic analytical theory which is used in this study is the concept of "Nyari" that may indicate the value or aesthetic qualities of an art work. The aesthetic reality that can be found in the form of a working of a puppet show as the result of the puppeteer creative manner, indicates the wealth of traditional values as a priceless source of artistic inspiration for the artists-creators.Keywords: Wayang Golek, concept of “Nyari”, performance working ABSTRAKTulisan ini merupakan sempalan (bagian) dari salah satu topik bahasan hasil penelitian disertasi yang penulis lakukan sebagai bahan persiapan menempuh ujian akhir program doktor. Fokus pengkajian pada tulisan ini diarahkan kepada aspek penelaahan nilai-nilai estetik yang terdapat pada unsur-unsur pertunjukan wayang golek sebagai aspek wilayah garap dalang dalam menyajikan gaya pertunjukannya. Pisau bedah analisis estetik yang dijadikan pemberangkatan pada pengkajian ini adalah konsep “nyari” yang dapat menunjukkan nilai atau kualitas estetik dari sebuah karya seni. Realitas estetik yang dapat dijumpai pada bentuk garap pertunjukan wayang hasil dari olah kreatif seorang dalang tersebut, mengindikasikan kekayaan nilai-nilai tradisi sebagai sumber inspirasi berkesenian bagi para seniman-kreator yang tak ternilaikan keberadaannya.Kata kunci: wayang golek, konsep “nyari”, dan garap pertunjukan
Konsep “Nyari” dalam Ranah Estetika Pertunjukan Wayang Golek Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.569 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.67

Abstract

ABSTRACTThis paper is a part (portion) of one topic of dissertation research by the author as a preparation for the final exams of doctoral program. The focus of the study in this paper is directed to study aspects of the aesthetic values of the elements contained in the puppet show as a puppeteer working area in performing his style. The aesthetic analytical theory which is used in this study is the concept of "Nyari" that may indicate the value or aesthetic qualities of an art work. The aesthetic reality that can be found in the form of a working of a puppet show as the result of the puppeteer creative manner, indicates the wealth of traditional values as a priceless source of artistic inspiration for the artists-creators.Keywords: Wayang Golek, concept of “Nyari”, performance working ABSTRAKTulisan ini merupakan sempalan (bagian) dari salah satu topik bahasan hasil penelitian disertasi yang penulis lakukan sebagai bahan persiapan menempuh ujian akhir program doktor. Fokus pengkajian pada tulisan ini diarahkan kepada aspek penelaahan nilai-nilai estetik yang terdapat pada unsur-unsur pertunjukan wayang golek sebagai aspek wilayah garap dalang dalam menyajikan gaya pertunjukannya. Pisau bedah analisis estetik yang dijadikan pemberangkatan pada pengkajian ini adalah konsep “nyari” yang dapat menunjukkan nilai atau kualitas estetik dari sebuah karya seni. Realitas estetik yang dapat dijumpai pada bentuk garap pertunjukan wayang hasil dari olah kreatif seorang dalang tersebut, mengindikasikan kekayaan nilai-nilai tradisi sebagai sumber inspirasi berkesenian bagi para seniman-kreator yang tak ternilaikan keberadaannya.Kata kunci: wayang golek, konsep “nyari”, dan garap pertunjukan
TRADISI RITUAL PENJAMASAN JIMAT DI DESA KALISALAK, KABUPATEN BANYUMAS (TAFSIR ATAS SIMBOL DAN MAKNA) Smara, Affiat Mijil Candra; Cahya, Cahya; Suryamah, Dede
Jurnal Budaya Etnika Vol 8, No 1 (2024): GERAKAN UJUNGBERUNG REBELS, ANTROPOLOGI NOSTALGIA, DAN MEME LIRIK HAREUDANG PASU
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i1.1647

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai simbol dan makna pada tradisi ritual Penjamasan Jimat di desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Geertz terhadap simbol dan makna pada jimat yang di jamas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosesi penjamasan, simbol dan makna ritual Penjamasan Jimat, dan manfaat ritual bagi kehidupan masyarakat. Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Antropologi Budaya. Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tentang sejarah, simbol, serta makna upacara ritual tradisi Penjamasan Jimat dimana dapat dijadikan sebagai suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pada akhirnya bisa dipahami bahwa upacara tradisi ini adalah suatu bentuk pelestarian dan rasa menghargai pada peninggalan nenek moyang untuk tetap dijaga bersama. Hasil penelitian menemukan adanya simbol dan makna di setiap bagian baik artefak jimatnya maupun sarana rritualnya, terungkap adanya manfaat dari ritual penjamasan. Kata kunci: Penjamasan Jimat, Interpretatif Simbolik, Makna, Manfaat Bagi Masyarakat ABSTRACT In this study, the author discusses the symbols and meanings of the Penjamasan Jimat ritual tradition in the village of Kalisalak, Banyumas Regency. This research uses descriptive analytic method. The research analysis uses Geertz's symbolic interpretive theory of the symbols and meanings of the amulets in the jamas. The purpose of this study is to describe the penjamasan procession, the symbol and meaning of the talisman penjamasan ritual, and the benefits of the ritual for people's lives. The benefits of this research are expected to increase the development of science, especially in the field of Cultural Anthropology. The practical benefits of this research are expected to provide benefits to the surrounding community regarding the history, symbols, and meanings of the traditional ritual ceremony of the talisman penjamasan which can be used as a form of gratitude to God Almighty and in the end it can be understood that this traditional ceremony is a form of preservation. and a sense of respect for the heritage of our ancestors to be maintained together. The results of the study found that there were symbols and meanings in each part of both the talisman artefact and the ritual means, revealing the benefits of the penjamasan ritual. Keywords: Penjamasan Jimat, Interpretative Symbolic, Meaning, Benefits for Society.
KESENIAN BADAWANG DAN PERKEMBANGANNYA (KECAMATAN RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG) Aji, Risnandi; Cahya, Cahya
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.1999

Abstract

ABSTRAK Seni badawang merupakan salah satu bentuk kesenian rakyat yang hidup dan berkembang di wilayah Jawa Barat, khususnya di daerah Kabupaten Bandung. Pada awalnya, kesenian badawang khususnya di Rancaekek diperkenalkan oleh seniman bernama Pak Een Rachmat. Kemudian Pak Een Rachmat mendirikan Lingkung Seni Tumaritis sebagai wadah seniman badawang di Rancaekek. Saat ini kesenian badawang dilanjutkan oleh generasi penerusnya yang merupakan anggota grup Tumaritis untuk dapat mempertahankan kesenian badawang sebagai warisan budaya. Seiring perkembangannya, kesenian badawang yang semakin dikenal juga memberi pengaruh terhadap hadirnya grup kesenian badawang yang baru di Rancaekek. Regenerasi itu berlangsung sebagai salah satu usaha untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan kesenian tersebut. Tulisan ini, merupakan deskripsi analisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teori yang digunakan, yaitu teori pewarisan budaya. Temuan dari hasil penelitian ini yaitu, membahas hasil model pewarisan budaya dari Lingkung Seni Tumaritis dengan transmisi vertikal, transmisi horizontal, dan transmisi miring. Proses pewarisan kesenian ini dilakukan menggunakan konsep internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Ada pun beberapa faktor internal dan eksternal sebagai pendukung ataupun penghambat dalam proses pewarisan seni badawang. Kata Kunci: Kesenian Badawang, Lingkung Seni Tumaritis, dan Pewarisan Budaya   ABSTRACT Badawang art is a form of folk art that lives and develops in the West Java region, especially in the Bandung Regency area. At first, badawang art, especially in Rancaekek, was introduced by an artist named Pak Een Rachmat. Then Mr. Een Rachmat founded the Tumaritis Art Circle as a forum for badawang artists in Rancaekek. Currently badawang art is continued by the next generation who are members of the Tumaritis group to be able to maintain badawang art as a cultural heritage. Along with its development, the art of badawang which is increasingly recognized also has an influence on the presence of a new badawang art group in Rancaekek. The regeneration takes place as one of the efforts to be able to maintain and develop the arts. This paper is a description of the analysis using qualitative research methods. The theory used is the theory of cultural transmission. The findings of this study are discussing the results of the cultural inheritance model from the Lingkung Seni Tumaritis with vertical transmission, horizontal transmission, and oblique transmission. The process of art inheritance is carried out using the concepts of internalization, socialization, and enculturation. There are also several internal and external factors that support or hinder the process of inheriting the art of badawang. Keywords: Badawang Art, Lingkung Seni Tumaritis, Cultural Transmission.
Analisis Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kinerja Di Roti Yu Bandung Salma, Adinda; Cahya, Cahya; Maulaya, Mustahgiridho; Assani, Silmi; Salsabila, Taraska
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 3 No 01 (2025): Februari 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v3i01.681

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara gaya kepemimpinan, motivasi karyawan, dan kinerja di Roti Yu Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gaya kepemimpinan spesifik yang digunakan oleh Roti Yu, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi karyawan, dan menilai dampak faktor-faktor tersebut terhadap kinerja secara keseluruhan. Pendekatan penelitian kualitatif diadopsi, yang melibatkan wawancara mendalam dengan pendiri dan karyawan. Temuan menunjukkan bahwa Roti Yu terutama mengadopsi gaya kepemimpinan demokratis, menumbuhkan lingkungan kerja yang positif dan keterlibatan karyawan. Gaya ini, dikombinasikan dengan fokus pada pengembangan karyawan dan budaya seperti keluarga, telah berkontribusi pada peningkatan motivasi karyawan dan kinerja secara keseluruhan. Namun, tantangan seperti keseimbangan kehidupan kerja dan kebutuhan akan sistem evaluasi kinerja yang lebih formal juga diidentifikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang demokratis, ditambah dengan lingkungan kerja yang mendukung, dapat secara signifikan meningkatkan motivasi karyawan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan dengan struktur kepemimpinan serupa dapat mempertimbangkan penerapan gaya kepemimpinan demokratis untuk meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan.
TRADISI RITUAL PENJAMASAN JIMAT DI DESA KALISALAK, KABUPATEN BANYUMAS (TAFSIR ATAS SIMBOL DAN MAKNA) Smara, Affiat Mijil Candra; Cahya, Cahya; Suryamah, Dede
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 1 (2024): GERAKAN UJUNGBERUNG REBELS, ANTROPOLOGI NOSTALGIA, DAN MEME LIRIK HAREUDANG PAS
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i1.1647

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai simbol dan makna pada tradisi ritual Penjamasan Jimat di desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Geertz terhadap simbol dan makna pada jimat yang di jamas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosesi penjamasan, simbol dan makna ritual Penjamasan Jimat, dan manfaat ritual bagi kehidupan masyarakat. Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Antropologi Budaya. Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tentang sejarah, simbol, serta makna upacara ritual tradisi Penjamasan Jimat dimana dapat dijadikan sebagai suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pada akhirnya bisa dipahami bahwa upacara tradisi ini adalah suatu bentuk pelestarian dan rasa menghargai pada peninggalan nenek moyang untuk tetap dijaga bersama. Hasil penelitian menemukan adanya simbol dan makna di setiap bagian baik artefak jimatnya maupun sarana rritualnya, terungkap adanya manfaat dari ritual penjamasan. Kata kunci: Penjamasan Jimat, Interpretatif Simbolik, Makna, Manfaat Bagi Masyarakat ABSTRACT In this study, the author discusses the symbols and meanings of the Penjamasan Jimat ritual tradition in the village of Kalisalak, Banyumas Regency. This research uses descriptive analytic method. The research analysis uses Geertz's symbolic interpretive theory of the symbols and meanings of the amulets in the jamas. The purpose of this study is to describe the penjamasan procession, the symbol and meaning of the talisman penjamasan ritual, and the benefits of the ritual for people's lives. The benefits of this research are expected to increase the development of science, especially in the field of Cultural Anthropology. The practical benefits of this research are expected to provide benefits to the surrounding community regarding the history, symbols, and meanings of the traditional ritual ceremony of the talisman penjamasan which can be used as a form of gratitude to God Almighty and in the end it can be understood that this traditional ceremony is a form of preservation. and a sense of respect for the heritage of our ancestors to be maintained together. The results of the study found that there were symbols and meanings in each part of both the talisman artefact and the ritual means, revealing the benefits of the penjamasan ritual. Keywords: Penjamasan Jimat, Interpretative Symbolic, Meaning, Benefits for Society.