Abstrak: Artikel ini membahas ritual Balimau sebagai tradisi penyucian diri masyarakat Minangkabau menjelang Ramadan. Permasalahan penelitian mencakup asal-usul, makna, dan transformasi sosial dalam pelaksanaannya. Kajian ini berlandaskan pada teori fungsionalisme budaya dan simbolisme Clifford Geertz, dengan metode studi dokumentasi terhadap literatur budaya dan jurnal ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa ritual Balimau memiliki dimensi religius dan sosial yang penting, namun mengalami pergeseran makna akibat modernisasi dan komersialisasi. Diskusi menyoroti perlunya pelestarian nilai-nilai adat dan keagamaan dalam praktik budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya dan menawarkan rekomendasi pelestarian tradisi Balimau yang sesuai konteks zaman. Kata kunci: Balimau, Minangkabau, Tradisi, Modernisasi, Simbolisme Abstract: This article explores the Balimau ritual, a Minangkabau tradition of physical and spiritual purification before Ramadan. The research addresses issues of origin, meaning, and socio-cultural transformation of the ritual. Grounded in cultural functionalism and Clifford Geertz’s symbolic theory, this study uses document-based research through literature and cultural archives. Findings reveal that Balimau holds strong religious and social values but has shifted in meaning due to modernization and commercialization. The discussion emphasizes the importance of preserving both traditional and spiritual values in the face of cultural change. This study contributes to cultural discourse and offers recommendations for sustaining the Balimau tradition in a contemporary context. Keywords: Balimau, Minangkabau, tradition, modernization, symbolism
Copyrights © 2025