Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan prioritas nasional Indonesia tahun 2025 yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis desa melalui pemanfaatan pangan dari produsen lokal. Keterlibatan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi pangan dengan mempersingkat rantai pasok dan menurunkan biaya transaksi. Namun demikian, efektivitas peran kedua lembaga tersebut dalam praktik distribusi pangan publik masih belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran koperasi dan BUMDes dalam meningkatkan efisiensi distribusi pangan pada Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi relatif lebih efektif dalam mengelola distribusi pangan berskala luas melalui konsolidasi pasokan dan koordinasi kolektif, sedangkan BUMDes unggul dalam distribusi berbasis desa dengan fleksibilitas tinggi dan kedekatan dengan produsen lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi distribusi pangan dalam Program MBG sangat bergantung pada kualitas tata kelola dan kapasitas kelembagaan koperasi dan BUMDes, sehingga penguatan kelembagaan menjadi kunci keberhasilan program pangan publik yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025