Angka kesakitan pada pasien geriatri cenderung meningkat karena terjadinya penurunan fisiologi tubuh dari pasien geriatri. Penyakit yang sering diderita pasien geriatri adalah diabetes mellitus dan hipertensi. Interaksi obat adalah modifikasi efek suatu obat, akibat obat lain yang diberikan secara bersamaan sehingga keefektifan atau toksisitas obat berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi dan jenis interaksi obat yang terjadi. Sampel pada penelitian ini adalah pasien geriatri dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di instalasi rawat inap penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan pengambilan data secara retrospektif, dan dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com dan medscape. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 136 pasien, dan sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 60 pasien. Hasil analisa data didapatkan 47 pasien berpotensi mengalami interaksi obat, dimana terdapat 131 kasus potensi interaksi obat. Jenis interaksi obat yang terjadi adalah interaksi obat farmakokinetik sebanyak 32 kasus (24,43%), interaksi obat farmakodinamik sebanyak 88 kasus (67,17%) dan interaksi obat yang tidak diketahui ada 11 kasus (8,4%). Tingkat keparahan interaksi obat menunjukkan 23 kasus (17,56%) dengan potensi keparahan minor, 98 kasus (74,81%) dengan potensi keparahan moderat dan 10 kasus (7,63%) dengan potensi keparahan mayor. Penelitian menyimpulkan bahwa ada obat-obat yang berpotensi berinteraksi pada pasien geriatri dengan penyakit diabetes melitus tipe-2 di instalasi rawat inap penyakit dalam RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2022 yang dikhawatirkan dapat meningkatkan morbiditas pada pasien geriatri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi tenega kesehatan untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
Copyrights © 2025