Antibiotik merupakan obat untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak efektif dapat menjadi penyebab resistensi antibiotik. Salah satu strategi untuk menanggulangi permasalahan resistensi antibiotik diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik untuk menentukan penggunaan obat secara bijak. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini yaitu melakukan observasi dan analisis terhadap pasien rawat inap di Rumah Sakit Kabupaten Semarang tahun 2022 dalam profil penggunaan antibiotik. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dan metode pengumpulan data berupa retrospektif. Selanjutnya teknik untuk mengambil sampel mengimplementasikan purposive sampling dengan kriteria inklusi, yaitu pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit infeksi bakteri, menjalani terapi antibiotik berkode Antibacterials for systemic use (J01), dan pasien rawat inap berusia 19-59 tahun. Sementara, kriteria ekslusi yaitu antibiotik yang digunakan tidak berkode ATC. Selanjutnya metode analisis data secara kuantitatif mengimplementasikan metode ATC/DDD (Anatomical Therapeutic Chemical/DefIned Daily Dose) dan DU 90% (Drug Utilizaton 90%). Temuan dalam penelitian ini merepresentasikan total penggunaan antibiotik sebesar 97,55 DDD/100 patien-days dengan total LOS (Lenght Of Stay) pasien yaitu 5456 hari. Antibiotik dengan nilai penggunaan tertinggi pada antibiotik spektrum luas golongan sefalosporin generasi 3 yaitu ceftriaxone sebesar 34,95 DDD/100 patien-days. Kemudian, untuk antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% diantaranya ceftriaxone (35,83%), levofloxacin parenteral (35,27%), ampicillin sulbactam (13,37%), dan levofloxacin oral (4,56%), sehingga perlu lebih ditekankan terkait evaluasi, perencanaan pengadaan obat, serta pengendalian penggunaannya.
Copyrights © 2025