Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa flavonoid yang diketahui dapat digunakan sebagai antipiretik. Formulasi ekstrak daun belimbing wuluh dibuat dalam bentuk granul effervescent menggunakan variasi kosentrasi asam sitrat dan natrium bikarbonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan variasi konsentrasi asam sitrat dan natrium bikarbonat berturut-turut yaitu FI (21%:34%), FII (23%:32%), dan FIII (25%:30%) terhadap sifat fisik granul effervescent sebelum dan sesudah rekonstitusi. Formulasi granul effervescent ekstrak daun belimbing wuluh dilakukan dengan metode granulasi basah. Hasil penelitian menunjukan granul effervescent yang dihasilkan memenuhi syarat uji indeks kompresibilitas (FI 5,35±0,56%); FII (7,68±0,61%); FIII (9,7±0,60%), kecepatan alir (FI 13,33±0,24g/s); (FII 11,50±0,30g/s); (FIII 10,02±0,07g/s), sudut diam (FI 26,11±0,44°); (FII 27,62±0,67°); (FIII 29,73±0,34°), kadar air (FI 0,66±0,05%); (FII 1,13±0,06%); (FIII 1,48±0,06%), waktu larut (FI 1,84±0,05 menit); (FII 2,64±0,03 menit); (FIII 3,21±0,25 menit), tinggi buih (FI 3,23±0,15 cm); (FII 4,13±0,15 cm); (FIII 4,86±0,15 cm), dan pH (FI 5,70±0,12); (FII 5,27±0,09); (FIII 4,9±0,19). Keseluruhan evaluasi memenuhi persyaratan kecuali pH pada FIII. Pemilihan Formula terbaik didasarkan pada hasil uji sifat fisik dan karakteristik fisik sebelum dan sesudah rekonstitusi. FI merupakan formula terbaik karena memenuhi semua uji sifat fisik dan menunjukkan hasil yang paling dominan dibandingkan dua formula lainnya berdasarkan tinjauan antar asam sitrat dan natrium bikarbonat yang digunakan.
Copyrights © 2025