Diabetes melitus yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah merupakan gangguan yang terjadi pada organ pankreas. Aktivitas antioksidan dalam kulit buah naga merah berpotensi untuk mengobati diabetes melitus. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi pemberian ekstrak pada kadar gula darah mencit. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Aloksan digunakan untuk menginduksi mencit. Tiga hari setelah indu ksi, ekstrak diberikan dalam dosis yang berbeda selama 7 hari. Mencit berjenis kelamin jantan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok kontrol negatif diberikan Na-CMC 0,5%, metformin 1,3 mg/20 gBB sebagai kontrol positif, ekstrak kulit buah naga merah variasi dosis 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Data penurunan kadar gula darah dianalisis dengan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji lanjutan post hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan bahwa pada KGDH1 belum terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dan kontrol negatif dengan nilai Sig. 0,096 (p>0,05). Efek penurunan kadar gula darah mulai signifikan pada KGDH4 dan semakin kuat pada KGDH7 dengan nilai Sig. 0,000 (p<0,05). Rata-rata kadar gula darah pada hari ke-7 adalah: 197.9±34.7 mg/dL, 95.4±9.9 mg/dL, 98.48±6.9 mg/dL, 97.36±9.2 mg/dL, 89.4±9.8 mg/dL. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit buah naga merah mulai menunjukkan aktivitas antidiabetes pada hari ke-4, dan pada hari ke-7 efeknya sebanding dengan metformin berdasarkan uji statistik.
Copyrights © 2025