Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) TERHADAP FRAKSI N- HEKSAN DAN KLOROFORM PADA TANAMAN DAUN BIDARA ARAB (ZIZIPUS MAURITIANA L) Ulfa, Ana Maria
JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research Vol 3 No 02 (2024): JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jimr.v3i02.1327

Abstract

The Arabian bidara plant (Zizipus mauritiana) is a plant that grows in tropical and sub-tropical areas. The benefits of this plant are anti-inflammatory, analgesic, antipyretic and anticancer (Siregar m, 2020). The aim of this research is to determine the content of chemical compounds found in Arabian bidara plants using thin layer chromatography. This research used samples of the n-Hexane fraction and the chloroform fraction. The method in this research uses chloroform and ethylacetate (7:3) eluents, visual qualitative analysis using thin layer chromatography (TLC). The results of the Retention factor (Rf) values ??produced by samples from the n - Hexane fraction 0,6 the chloroform fraction 0,4 if seen visually using a UV 254 lamp it will glow green and a UV 366 lamp will glow blue. Keywords: Arabic bidara, UV, KLT.
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JATI MUDA (TECTONA GRANDIS L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Khalishah, Nurul; Ulfa, Ana Maria; Nurrosyidah, Siti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.376

Abstract

Lip Balm adalah produk yang dioleskan pada bibir dan berfungsi sebagai agen penguat dan penstabil dengan membentuk lapisan minyak tipis tanpa menghalangi lapisan luar bibir. Penggunaan tanaman jati muda pada pembuatan sediaan lip balm ini yaitu melindungi kulit bibir dari paparan sinar matahari langsung serta digunakan sebagai pewarna alami untuk mencerahkan kulit bibir, terutama bagi bibir yang kering dan pecah-pecah akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia pada tanaman daun jati muda serta pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun jati muda pada formulasi lip balm dan formulasi sediaan yang memenuhi kriteria mutu fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang melibatkan formulasi dan evaluasi mutu fisik lip balm dengan ekstrak etanol 96% daun jati muda (Tectona grandis L.) dalam konsentrasi 3%, 5%, dan 8%. Analisis mutu fisik meliputi pengukuran pH, daya sebar, homogenitas, dan analisis organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jati muda dapat digunakan dalam formulasi lip balm pada konsentrasi 3% ,5% dan 8%, serta memenuhi standar pengujian homogenitas, pH, dan daya sebar. Pengaruh variasi konsentrasi untuk sediaan lip balm dengan konsentrasi yang berbeda-beda terhadap warna sediaan yaitu Konsentrasi 3% hasil warna merah bening, konsentrasi 5% hasil warna merah kecoklatan bening dan untuk konsentrasi 8% mendapatkan warna merah pekat bening.
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Mencit Diinduksi Aloksan Ulfa, Ana Maria; Mukammilatuzzahro, Wanda; Rahman, Fauzi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.925

Abstract

Diabetes melitus yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah merupakan gangguan yang terjadi pada organ pankreas. Aktivitas antioksidan dalam kulit buah naga merah berpotensi untuk mengobati diabetes melitus. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi pemberian ekstrak pada kadar gula darah mencit. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Aloksan digunakan untuk menginduksi mencit. Tiga hari setelah indu ksi, ekstrak diberikan dalam dosis yang berbeda selama 7 hari. Mencit berjenis kelamin jantan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok kontrol negatif diberikan Na-CMC 0,5%, metformin 1,3 mg/20 gBB sebagai kontrol positif, ekstrak kulit buah naga merah variasi dosis 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Data penurunan kadar gula darah dianalisis dengan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji lanjutan post hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan bahwa pada KGDH1 belum terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dan kontrol negatif dengan nilai Sig. 0,096 (p>0,05). Efek penurunan kadar gula darah mulai signifikan pada KGDH4 dan semakin kuat pada KGDH7 dengan nilai Sig. 0,000 (p<0,05). Rata-rata kadar gula darah pada hari ke-7 adalah: 197.9±34.7 mg/dL, 95.4±9.9 mg/dL, 98.48±6.9 mg/dL, 97.36±9.2 mg/dL, 89.4±9.8 mg/dL. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit buah naga merah mulai menunjukkan aktivitas antidiabetes pada hari ke-4, dan pada hari ke-7 efeknya sebanding dengan metformin berdasarkan uji statistik.
PENDAYAGUNAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG PRAKTIK FARMASI KLINIS BERBASIS KOMUNITAS Wicaksono, Agung Budi; Ulfa, Ana Maria; Putri, Findi Qistiani
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.137

Abstract

Pendayagunaan tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat. Pemanfaatan tanaman obat yang dilakukan secara tepat, aman, dan berbasis bukti ilmiah berpotensi mendukung praktik farmasi klinis, khususnya pada aspek promotif dan preventif di tingkat komunitas. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat di lingkungan rumah tangga secara rasional sebagai bagian dari dukungan terhadap pelayanan farmasi klinis. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di wilayah binaan yang memiliki potensi pengembangan TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai jenis tanaman obat, manfaat, teknik pengolahan yang benar, serta kesadaran terhadap batasan dan keamanan penggunaan tanaman obat, termasuk potensi interaksinya dengan obat konvensional. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi TOGA dalam praktik farmasi klinis berbasis komunitas dapat mendorong penggunaan obat yang rasional dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.