Tanaman Kesum (Polygonum minus Huds) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Barat sebagai bahan makanan bubur pedas. Kesum memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji lebih jauh mengenai kandungan senyawa dan manfaat batang tanaman kesum yang berpotensi sebagai obat herbal bagi khususnya sebagai antidiabetik. Penelitian ini menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 6 kelompok (KN : kel. normal, K- : kel. negatif (STZ), K+ : kel. Positif (STZ+metformin), P1 : kel. Perlakuan I (STZ+ ekstrak 25 mg/200g), P2 : kel. Perlakuan II (STZ+ ekstrak 50 mg/200g), P3 : kel. Perlakuan III (STZ+ekstrak 100mf/200g) dengan masing-masing 6 sampel tikus perlakuan. Analisis kandungan senyawa bioaktif dengan GC-MS, penentuan glukosa darah secara spektrofotometri, profil darah menggunakan hematology analyzer dengan prinsip impedance dan histopatologi pancreas dengan pewarnaan jaringan H&E. Analisis GC-MS ekstrak etanol batang kesum diperoleh senyawa yang dominan yaitu didominasi oleh Cyclopentadecanone;Cyclopropanetetradecanoic acid; Hexadecanoic acid; Borane, diethylmethyl-, 9-Octadecenal, Hexadecanoic acid, Urs-12-en-28-al. Senyawa tersebut dilaporkan diduga memiliki aktivitas bioaktif sebagai obat. Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA one-way. Hasil pemeriksaan glukosa darah mengalami penurunan dengan dilakukan pemberian terapi ekstrak batang kesum. Profil darah pada parameter leukosit dan trombosit mengalami perbaikan dengan penurunan yang signifikan serta jumlah eritrosit, nilai hemoglobin dan hematokrit juga mengalami peningkatan sebagai tanda adanya perbaikan kondisi. Histopatologi pankreas menunjukan perbaikan sel endokrin dan ukuran diameter pulau Langerhans. Kesimpulan dari penelitian yaitu berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada setiap kelompok perlakuan.
Copyrights © 2025