Pacta sunt servanda memberikan sebuah kepastian hukum dalam kontrak sehingga memberikan jaminan bagi para pihak untuk melakukan pemenuhan hak dan tanggungjawabnya. Namun dewasa ini eksistensi pacta sunt servanda mulai diuji ketika adanya sebuah perubahan keadaan yang mempengaruhi keseimbangan kontrak yang bermuara pada munculnya sebuah ketidakadilan jika tetap dilakukan. Untuk mengatasi hal tersebut dalam hukum perjanjian internasional menganal asas rebus sic stantibus sebagai pembatas daya mengikatnya sebuah kontrak. Dalam hukum positif di Indonesai mengenai kontrak privat tidak mengatur mengenai asas rebus sic stantibus, sehingga asas tersebut jarang digunakan oleh para kontraktan. Meskipun asas rebus sic stantibus tidak diatur dalam hukum Positif di Indonesia asas ini bisa diterapkan pada kontrak privat, mengingat Buku III KUHPerdata yang mengatur mengenai perikatan mempunyai sifat terbuka dan mengatur. Tujuan penelitian ini adalah memeberikan sebuah solusi pada permasalahan pelaksanaan kontrak yang tak lagi relevan dikarenakan adanya perubahan keadaan. Metode penelitian yang digunakan dalam Tesis ini ialah menggunakan metode penelitan normatif yuridis.
Copyrights © 2025