Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi tahu pada skala usaha mikro, dengan objek pengelola pabrik tahu di Kp. Nagewer, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan tujuan menggambarkan karakteristik usaha secara faktual serta menganalisis biaya produksi dan profitabilitas usaha berdasarkan data numerik. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik pabrik tahu sebagai informan kunci dan observasi langsung terhadap proses produksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis biaya produksi digunakan untuk mengidentifikasi komponen biaya tetap dan biaya variabel, serta menilai tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya variabel merupakan komponen biaya terbesar, dengan bahan baku kedelai sebagai penyumbang utama sebesar Rp1.125.000. Pada periode analisis, total biaya tetap tercatat sebesar Rp22.564, sedangkan biaya variabel mencapai Rp1.725.000. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,8 dan Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 0,8 menunjukkan bahwa usaha tahu layak untuk dijalankan. Titik impas usaha tercapai pada produksi sebanyak 89 potong tahu per satu kali produksi, dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar Rp52.474.
Copyrights © 2025