Subsektor perikanan berperan penting dalam perekonomian nasional, khususnya melalui pengembangan budidaya ikan nila. Namun, kegiatan budidaya masih dihadapkan pada risiko dan ketidakpastian produksi yang memengaruhi perilaku pembudidaya dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi risiko pembudidaya ikan nila berdasarkan penggunaan input produksi dan wilayah di Kota Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus 2024 di Kecamatan Bungursari, Kawalu, Purbaratu, dan Cibeureum dengan melibatkan 52 responden yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Absolute Risk Aversion (AR) model Arrow–Pratt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembudidaya bersikap risk averse terhadap penggunaan benih, EM4, dan tenaga kerja, sedangkan terhadap pakan pelet dan dedak cenderung risk taker. Secara wilayah, risk averse mendominasi di Kecamatan Bungursari, Purbaratu, dan Cibeureum, sementara Kecamatan Kawalu menunjukkan kecenderungan risk taker.
Copyrights © 2025