Usahatani kopi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, antara lain fluktuasi harga, keterbatasan akses modal, rendahnya regenerasi petani, serta praktik budidaya yang belum sepenuhnya ramah lingkungan. Kondisi tersebut menjadikan keberlanjutan usahatani kopi sebagai isu penting dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kopi berdasarkan empat dimensi, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Kopi Sugih Wangi Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata indeks keberlanjutan usahatani kopi sebesar 57,23 yang termasuk dalam kategori berkelanjutan. Dimensi ekonomi memiliki nilai tertinggi sebesar 62,17, diikuti dimensi sosial sebesar 58,87, dimensi kelembagaan sebesar 58,38, dan dimensi ekologi sebesar 51,50 sebagai nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun usahatani kopi telah memberikan kontribusi ekonomi bagi petani, keberlanjutan jangka panjang masih memerlukan penguatan terutama pada aspek ekologi, regenerasi petani, dan peran kelembagaan.
Copyrights © 2025