Abstrak Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan komoditas unggulan di Indonesia, tetapi produksinya terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas tinggi. Perbanyakan vegetatif melalui stek batang merupakan alternatif yang layak untuk metode generatif, meskipun pembentukan akar awal dapat menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu perendaman optimal untuk Zat Pengatur Tumbuh Tanaman (ZPT) alami yang berasal dari ekstrak bawang merah 75% dan jumlah ruas stek yang paling efektif untuk mendorong pertumbuhan bibit yang kuat. Ekstrak bawang merah mengandung Auksin dan Giberelin, yang penting untuk merangsang perkembangan akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) Faktorial dengan dua faktor: waktu perendaman ekstrak bawang merah (L), yang terdiri dari L0 (0 menit/kontrol), L1 (15 menit), L2 (30 menit), dan L3 (45 menit), serta jumlah ruas stek (R), yang terdiri dari R1 (1 ruas), R2 (2 ruas), dan R3 (3 ruas). Tunas ortotropik dari kopi Robusta Klon BP 308 digunakan sebagai bahan stek. Analisis Varians menunjukkan bahwa baik waktu perendaman (L) maupun jumlah buku (R), serta interaksinya (L x R), memiliki pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap hampir semua parameter pertumbuhan, termasuk panjang tunas, diameter tunas, luas daun total, dan semua karakteristik akar, kecuali jumlah daun. Kombinasi perlakuan L2R1 (perendaman 30 menit dan pemotongan 1 buku) menghasilkan pertumbuhan keseluruhan terbaik, khususnya berat kering akar tertinggi (0,33 gram). Oleh karena itu, metode optimal untuk perbanyakan bibit kopi Robusta adalah perendaman selama 30 menit dalam ekstrak bawang merah 75% yang dikombinasikan dengan pemotongan satu buku. Kata Kunci: Kopi Robusta, Jumlah Stek, Ekstrak Bawang Merah, Pertumbuhan.
Copyrights © 2025