Penelitian ini menganalisis kelayakan air rawa di wilayah rawa-rawa Sumatera Selatan dari perspektif thaharah Islam. Urgensi penelitian ini muncul dari fakta bahwa air, sebagai elemen esensial dalam bersuci (wudhu dan mandi wajib) bagi umat Muslim, memiliki tantangan spesifik di daerah rawa. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimia air rawa di Sumatera Selatan, serta mengkaji kriteria air suci dan mensucikan menurut sumber-sumber fiqih Islam (Al-Qur'an, Hadis, dan pendapat ulama). Selanjutnya, penelitian ini akan menganalisis kelayakan air rawa tersebut sebagai media thaharah berdasarkan integrasi data ilmiah dan perspektif fiqih, serta merumuskan rekomendasi praktis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method), mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui uji terhadap sampel air rawa dari wilayah studi kasus, meliputi parameter fisik (warna, kekeruhan), kimia (pH, TDS). Hasil penelitian ini didapatkan Air rawa di Sumatera Selatan memiliki sifat fisik dan kimia yang khas, yaitu warna cokelat kehitaman, kekeruhan tinggi, pH asam (3,5–5,5), oksigen terlarut rendah. Dalam perspektif thaharah Islam, air rawa yang mengalami perubahan sifat karena faktor alami tetap tergolong air suci dan dapat digunakan untuk bersuci, selama tidak bercampur dengan benda Najis.
Copyrights © 2025