Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam
Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025

Peluang dan Tantangan Penerapan Blockchain pada Produk Halal di Indonesia

Nurkholidah, Susi (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2025

Abstract

Abstract: Indonesia, as a country with the largest Muslim population, the need for halal products is crucial. The only basis of the halal product trust system in Indonesia is halal certificates and labels, carried out by producers who obtain halal label permits through LPPOM MUI and BPJPH. So, specific information is only for business actors and institutions that know the status and process of halal products. However, many cases of non-transparency are still needed to increase public trust in halal products, so the authenticity of halal certification and consumer trust is sometimes questioned. The role of blockchain technology is crucial to provide transparent information to every actor and consumer in the supply chain. The research method used is qualitative research, which is library research. The data analysis technique is descriptive analysis. The data used are primarily in the form of books, journals, laws and regulations, articles, and other references. The potential of blockchain as a data storage technology can help ensure transparency and security in the supply chain of halal products. Blockchain also can potentially reduce fraud and counterfeit products in halal markets, as consumers can check the product's journey from start to finish and verify that the product is completely halal and free from haram contamination. However, the application of this technology in Indonesia faces various challenges, such as limited infrastructure, unsupportive regulations, and high implementation costs. Keywords: Blockchain, Halal, Consumer, Supply Chain. Abstrak: Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, kebutuhan produk halal menjadi penting. Satu-satunya dasar sistem kepercayaan terhadap produk halal di Indonesia yaitu sertifikat dan label halal, yang dikeluarkan oleh produsen yang tlah mendapat izin label halal. Jadi, informasi spesifik hanya pelaku usaha dan lembaga yang mengetahui status dan proses kehalalan produk. Namun masih banyak kasus mengenai tidak transparansi yang sebenarnya penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atau masyarakat terhadap adanya produk halal sehingga keaslian sertifikasi halal dan kepercayaan konsumen terkadang dipertanyakan. Agar dapat memberikan informasi yang jelas serta transparan kepada semua pihak dan konsumen dalam rantai pasokan halal, peran Blockchain menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan yaitu berupa penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini penelitian pustaka atau library research. Teknik analisis data bersifat deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data primer berupa buku, jurnal, peraturan, dan artikel serta referensi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan potensi blockchain sebagai teknologi penyimpanan data, memastikan transparansi dalam rantai pasokan produk halal. Teknologi ini memungkinkan pencatatan informasi yang tidak dapat diubah, sehingga dapat memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen. Blockchain juga memiliki potensi untuk mengurangi kasus penipuan dan produk palsu di pasar halal. Meskipun demikian, penerapan teknologi ini di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur yang terbatas, regulasi yang belum mendukung, dan biaya implementasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem halal berbasis blockchain yang kuat di masa depan. Kata Kunci: Blockchain, Halal, Konsumen, Rantai Pasok

Copyrights © 2025