Tulisan ini mengeksplorasi pemikiran Jalaluddin Rumi mengenai hubungan antara manusia dan Tuhan serta relevansinya dalam konteks modern. Rumi, seorang sufi terkenal dari abad ke-13, melihat hubungan ini sebagai perjalanan cinta yang mendalam. Ia mengemukakan konsep kesatuan ilahi, cinta universal, dan transformasi spiritual yang dicapai melalui introspeksi, refleksi diri, dan tindakan kebaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian sastra dengan mengumpulkan artikel jurnal, buku, dan dokumen lain yang membahas teori dan informasi terkait. Metode yang diterapkan adalah analisis konten dari karya-karya yang relevan. Dalam konteks saat ini, ajaran Rumi memberikan solusi untuk tantangan seperti keterasingan, materialisme, dan konflik sosial. Cinta dalam pemikiran Rumi berfungsi sebagai kekuatan transformatif yang melampaui batasan manusiawi, mendorong keharmonisan, dan memperkuat hubungan spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan ajaran Rumi, individu dapat menemukan kedamaian batin, kebahagiaan sejati, dan makna hidup yang lebih dalam menghadapi tantangan modern.
Copyrights © 2026