Biaya pekerjaan arsitektur pada Proyek Pembangunan RSPTN Universitas Jember mencapai 30,51% dari total anggaran, yang dimana angka ini terbilang cukup tinggi, hal ini menunjukkan adanya potensi efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep Value Engineering (VE) guna mengidentifikasi alternatif pekerjaan yang lebih efisien tanpa mengurangi fungsi, mutu, maupun keamanan bangunan yang memiliki urgensi untuk mendapatkan hasil optimasi biaya pada pekerjaan arsitektur. Metode yang digunakan mencakup tahapan VE, yaitu pengumpulan informasi, analisis fungsi, cost model, breakdown analysis, analisis Pareto, hingga penilaian alternatif dengan pendekatan Life Cycle Cost (LCC) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dalam artikel ini menunjukkan bahwa item pekerjaan pasangan dinding layak untuk dilakukan optimasi. Alternatif terbaik adalah penggunaan pasangan bata merah, plesteran 15 mm, dan acian. Penerapan VE berhasil menurunkan biaya pekerjaan arsitektur dari Rp 49.515.093.665,64 menjadi Rp 48.976.536.151,29, dengan efisiensi sebesar Rp 538.557.514,35 atau setara 1,08%. Penerapan VE terbukti mampu meningkatkan efisiensi biaya proyek secara signifikan.
Copyrights © 2025