Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan akibat proses manajemen data yang masih manual, terfragmentasi, dan tidak terintegrasi. Ketergantungan pada log book dan spreadsheet menyebabkan kesulitan dalam pelacakan aset, inefisiensi pelaporan, dan mengakibatkan pemeliharaan bersifat reaktif (menunggu kerusakan) daripada preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui perancangan dan implementasi sistem informasi berbasis website sebagai bentuk intervensi. Metodologi yang digunakan adalah Action Research (AR) yang disesuaikan dengan siklus System Development Life Cycle (SDLC). Proses ini mencakup tiga fase utama: Preparation (diagnosis masalah melalui FGD), Action Research Cycle (desain, implementasi website, dan pelatihan), dan Post-Evaluation (pengukuran dampak) . Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah website monitoring fungsional dengan fitur utama dashboard monitoring, manajemen aset (input data), dan penjadwalan pemeliharaan otomatis. Hasil pengujian Black Box menunjukkan bahwa seluruh fungsionalitas sistem berjalan Valid. Selain itu, hasil Survei Kepuasan Mitra (SKM) pada tahap Post-Evaluation menunjukkan tingkat penerimaan (usability) dan kebermanfaatan (utility) yang sangat tinggi dari UPTD Mektan, dengan skor rata-rata 4.6 dari 5. Intervensi ini berhasil mentransformasi proses tata kelola Alsintan dari manual dan reaktif menjadi terpusat, digital, dan preventif. Kombinasi metodologi AR dan SDLC terbukti efektif dalam menciptakan solusi teknis yang diadopsi dan bermanfaat secara praktis bagi organisasi.
Copyrights © 2026