Transformasi sarana transportasi di era digital telah mengubah pola mobilitas masyarakat, termasuk di wilayah semi-urban seperti Banyumas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi pengguna terhadap aksesibilitas dan kualitas layanan ojek online serta memberikan rekomendasi praktis bagi peningkatan layanan guna mendukung mobilitas masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 14 informan yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online dinilai menawarkan kenyamanan, efisiensi waktu, kemudahan akses, serta pengalaman perjalanan yang lebih personal dan aman. Fitur aplikasi seperti pelacakan pengemudi dan pembayaran non-tunai turut memperkuat kepuasan pengguna. Meski demikian, ditemukan kendala berupa ketidaksesuaian data pengemudi, sikap kurang profesional, serta keterbatasan layanan saat hujan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan standar etika pelayanan dan sistem verifikasi pengemudi, serta memberikan implikasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan regulasi transportasi yang inklusif dan berkelanjutan di Banyumas.
Copyrights © 2025